Detail News

19-02-2021 08:03:00
Komponen Utama dan Perlengkapan Tambahan Pada AC Mobil..


Letak komponen  pada AC mobil sangat bergantung dari jenis mobilnya, namun demikian perbedaan letak ini tidaklah mempengaruhi urutan dari komponen tersebut, contoh gambar dibawah menunjukkan letak masing-masing komponen baik utama maupun tambahan pada mobil jenis sedan maupun minibus yang memiliki ruang mesin dibagian depan. 

1.jpg

Peralatan tambahan yang menunjang terlaksananya proses sistem pendinginan, dan juga merupakan peralatan pokok yang harus ada meskipun tidak termasuk komponen utama, adalah :


a. Pressure Switch

Presure switch ini berfungsi untuk mengontrol tekanan yang terjadi pada sisi tekanan tinggi, bila tekanan siklus refrigerant terlalu berlebihan, baik terlalu tinggi (27 kg/cm2) maupun terlalu rendah (2,1 kg/cm2) maka secara otomatis akan menyetop switch  sehingga magnetic clutch menjadi off. Kondisi tekanan yang tidak normal ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada berbagai komponen yang lain. Letak pressure switch ada diantara receiver dan expansion valve ( lihat gambar dibawah )
13.jpg



Tipe Pressure switch ini ada dua macam yaitu :

  • Tipe dual, yang meng gunakan satu switch untuk dua keadaan yaitu terlalu tinggi atau  terlalu rendah 
  •  Tipe single, dengan switch terpisah.


b. Alat Pencegah Pembekuan ( Anti Frosting Devices )
Untuk menghidari berkurangnya efek pendinginan yang disebabkan pembekuan air yang ada di fin pada evaporator yang terlalu dingin < 0oC,  dapat dipasangkan peralatan ini yang terdiri atas dua jenis, yaitu :

    Tipe Thermistor
Yang dipasangkan pada fin evaporator, dan bekerja berdasarkan sinyal thermistor yang mengontrol temperatur fin. Bila temperatur fin menurun < 0oC, maka magnetic clutch akan mati dan compressor akan berhenti berputar.

12.jpg


   
 Tipe EPR ( Evaporator Pressure Regulator )
Dipasangkan diantara eva porator dan compressor,  (lihat gambar) Tipe ini mengatur jumlah refrigerant yang mengalir dari evapo rator ke compressor, dan menjaga agar tekanannya tidak kurang dari 1,9 kg/cm2, sehingga akan menjaga temperatur fin eva porator tidak turun < 0oC

11.jpg



c. Stabilizer putaran mesin
Peralatan ini berfungsi untuk menstabilkan putaran mesin melalui sensor pendeteksi RPM mesin yang dipasangkan pada arus primer ignition coil sehingga putaran idle mesin menjadi lebih baik dan tidak mudah mati.

9.jpg

Prinsip kerja dari mekanis peralatan ini adalah ketika RPM mesin drop hingga mencapai batas minimum, akan menghentikan magnetic clutch, sehingga compressor berhenti bekerja dan RPM mesin akan normal kembali.


d. Peralatan idle up

Digunakan untuk meningkatkan RPM mesin pada kondisi idle dan AC dalam keadaan hidup. Tanpa alat ini mesin akan menjadi sangat berat karena harus mengangkat beban compressor sehingga mesin akan sering mati dan kenyamanan berkendaraan akan menjadi terganggu. Alat ini penggunaannya tergantung dari tipe dan jenis bahan bakarnya.

untuk jenis mobil konvensional (menggunakan karburator) digunakan vacuum switching valve (VSV) serta sebuah actuator untuk membuka throttle, sehingga putaran mesin akan meningkat pada putaran idle dan AC dalam keadaan hidup. (lihat gambar)
8.jpg


Untuk mobil EFI, digunakan VSV yang dilengkapi diapraghma yang menyebabkan udara akan melalui surge tank, dan ECU akan  menginjeksikan sejumlah tambahan bahan bakar sesuai dengan udara bypass, sehingga idling mesin akan meningkat.

 

7.jpg



e. Sistem pelindung tali penggerak compressor
Alat ini digunakan untuk melindungi tali penggerak compressor, yaitu pada saat compressor mengalami kemacetan. Bila hal ini terjadi maka magnetic clutch dan VSV idle up akan off secara otomatis dan indikator lampu AC akan berkedip untuk memberitahukan kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin

6.jpg

                Alur kerja sistem pelindung tali penggerak compressor.

5.jpg

                  Letak dan prinsip kerja pelindung tali penggerak compressor.



f.  Sistem kontrol compressor dua tingkat (mode ekonomi)

AC tipe airmix, dengan compressor berputar pada beban penuh yang temperaturnya mencapai batas limit hingga terjadi pembekuan pada fin evaporator ( 3oC), hal ini akan banyak menyerap tenaga mesin. Dengan menggunakan peralatan ini dan diset pada switch ekonomi akan menghemat banyak pemakaian karena compressor akan off pada 10oC temperatur fin bukan 3oC seperti pada keadaan normal.

4.jpg


g.    Magnetic valve

Terletak antara receifer dan expansion valve dan dipakai pada sistem pendingin tipe dual. Pengontrol temperatur ini bekerja dengan cara membuka dan menutup magnetic valve yang secara paralel akan bekerja membuka dan menutup siklus pendingin.

2.jpg

 

3.jpg

Terimakasih telah mengunjungi Web kami..

  

TELP / WA : 0822 11111 688
 
 

 
  • Splash
  • Splash
  • Splash
  • Splash
  • Splash
  • Splash